Lompat ke isi utama

Berita

Enam Data Pemilih di Tambang Ulang Teridentifikasi Perlu Diperbarui

coktas

Tim Bawaslu Kabupaten Tanah Laut bersama KPU Kabupaten Tanah Laut melakukan pengawasan dan verifikasi faktual data pemilih dalam kegiatan Coklit Terbatas (Coktas) di Kecamatan Tambang Ulang, mengungkap seluruh sampel pemilih telah meninggal dunia sebagai bagian dari upaya pembenahan data menuju Pemilu 2029.

Tanah Laut, 23 September 2026 - Enam data pemilih yang diverifikasi di Kecamatan Tambang Ulang seluruhnya terbukti telah meninggal dunia (M), mengungkap lemahnya pembaruan data pemilih yang masih menjadi persoalan krusial menjelang Pemilu 2029. Bawaslu Kabupaten Tanah Laut menilai kondisi ini sebagai indikasi kuat adanya celah serius dalam sinkronisasi data kependudukan dan daftar pemilih.

Pengawasan yang dilakukan pada 23 September 2026 bersama KPU Kabupaten Tanah Laut menyasar empat desa, yakni Sungai Jelai, Gunung Raja, Pulau Sari, dan Tambang Ulang, dengan total enam sampel data yang diverifikasi langsung di lapangan.

Di Desa Sungai Jelai, dua nama yakni Sugito dan Sujiarwo dikonfirmasi telah meninggal dunia (M). Temuan ini berlanjut di Desa Gunung Raja dengan satu nama, Hamka Muhsin, serta di Desa Pulau Sari dengan satu nama Padlan yang juga dipastikan telah meninggal dunia berdasarkan keterangan aparat desa.

Sementara itu, di Desa Tambang Ulang, dua nama yakni Rudianoer dan Liliana turut dinyatakan telah meninggal dunia (M). Pola temuan yang seragam di seluruh lokasi menunjukkan bahwa masalah ini bukan insidental, melainkan terjadi secara berulang di berbagai wilayah.

coktas

Hasil koordinasi dengan aparat desa mengungkap persoalan utama terletak pada sistem. Data warga yang telah meninggal memang sudah dihapus di tingkat desa, namun tidak otomatis terhapus di sistem kependudukan karena membutuhkan dokumen resmi seperti akta kematian yang harus dilaporkan ke Disdukcapil.

Bawaslu menegaskan, tanpa integrasi data yang kuat antara desa, Disdukcapil, dan KPU, persoalan data pemilih tidak akurat akan terus berulang. Pengawasan ini menjadi peringatan dini bahwa kualitas Pemilu 2029 sangat bergantung pada pembenahan data pemilih sejak sekarang.

Penulis dan Editor : Herma dan Gd

Foto :Rizal