Bawaslu Kalsel Upgrade Cara Ngasih Info, Biar Makin Nyambung ke Masyarakat
|
Tanah Laut, 29 Juli 2026 – Bawaslu Tanah Laut ikut ambil bagian dalam Rapat Evaluasi Kehumasan Semester I yang digelar Bawaslu Provinsi Kalimantan Selatan secara online lewat Zoom, Rabu (29/7/2026).
Rapat ini diikuti seluruh Bawaslu kabupaten/kota se-Kalsel. Intinya, mereka lagi ngecek sejauh mana cara penyampaian informasi ke masyarakat selama ini—terutama lewat media sosial.
Anggota Bawaslu Kalsel, Aji, bilang kalau sekarang jumlah konten yang dibuat sudah makin banyak. Tapi, menurutnya, bukan cuma soal banyak—yang lebih penting itu kualitasnya.
“Konten sudah meningkat, itu bagus. Tinggal kita bikin lebih menarik dan pakai bahasa yang gampang dipahami,” katanya.
Soalnya, kalau bahasanya terlalu kaku atau formal, biasanya orang jadi malas baca. Makanya, Bawaslu mulai dorong penggunaan bahasa yang lebih santai dan dekat dengan keseharian masyarakat.
Menariknya, Bawaslu juga nggak cuma aktif saat musim pemilu aja. Di luar tahapan pun, mereka tetap “hadir” lewat media sosial. Tujuannya simpel: biar masyarakat tahu kalau pengawasan itu jalan terus, nggak musiman.
Di sisi lain, Kepala Bagian Pengawasan dan Humas Bawaslu Kalsel, H. Supriyanto Noor, menjelaskan kalau konten asli alias orisinal punya nilai lebih tinggi dibanding sekadar repost. Jadi, tiap daerah didorong lebih kreatif bikin konten sendiri yang informatif tapi tetap menarik.
Ketua Bawaslu Provinsi Kalimantan Selatan, Aries Mardiono, juga ngasih apresiasi atas keaktifan tim di daerah. Menurutnya, humas itu jadi “wajah” lembaga di mata publik.
“Lewat humas, masyarakat bisa lihat kalau Bawaslu itu ada dan bekerja. Jadi harus tetap aktif dan konsisten,” ujarnya.
Buat masyarakat, perubahan ini jelas berdampak positif. Informasi soal pemilu dan pengawasan jadi lebih gampang dipahami, nggak ribet, dan nggak bikin pusing.
Selain itu, kalau informasi disampaikan dengan cara yang lebih santai dan jelas, masyarakat juga jadi lebih aware dan berani ikut mengawasi. Bahkan, kalau ada pelanggaran, orang nggak ragu lagi buat melapor.
Intinya, makin “nyambung” cara Bawaslu komunikasi, makin besar juga peluang masyarakat buat ikut terlibat menjaga pemilu tetap jujur dan adil.
Penulis, Editor dan Humas : Humas