Tanah Laut, 25 Juni 2026 — Dari Kampung, Kita Jaga Demokrasi Bareng!
|
Tanah Laut, 29 Juni 2026 - Ngomongin pemilu, sekarang bukan cuma urusan penyelenggara aja—masyarakat juga diajak turun langsung. Lewat program Kampung Pengawasan Partisipatif, Bawaslu bikin gebrakan biar pengawasan pemilu makin dekat, makin hidup, dan makin relate sama kehidupan sehari-hari masyarakat.
Program ini hadir dengan maksud sederhana tapi powerful: ngajak masyarakat, baik dari kampung, desa, sampai komunitas adat, buat ikut jadi bagian dari pengawasan pemilu. Jadi bukan cuma nyoblos, tapi juga ikut menjaga prosesnya biar tetap jujur, adil, dan transparan.
Tujuannya jelas—biar semua orang sadar kalau demokrasi itu tanggung jawab bersama. Dengan keterlibatan langsung masyarakat, pengawasan jadi lebih kuat karena dilakukan dari level paling bawah. Ibaratnya, pengawasan bukan lagi “dari atas ke bawah”, tapi “dari kita, untuk kita”.
Dari sisi fungsi, program ini bukan cuma formalitas. Bawaslu benar-benar melakukan pemetaan kerawanan di tiap wilayah, ngobrol langsung dengan masyarakat, sampai memastikan kesiapan desa dan komunitas dalam ikut mengawasi. Ada juga komunikasi rutin, sosialisasi, dan koordinasi biar semua tetap on track.
Yang bikin makin keren, Kampung Pengawasan Partisipatif ini jadi semacam “basecamp” pengawasan. Tempat lahirnya kesadaran, tempat diskusi, sekaligus tempat masyarakat berani speak up kalau ada potensi pelanggaran.
Harapannya? Simple tapi impactful. Masyarakat makin peduli, makin berani, dan makin aktif dalam menjaga demokrasi. Karena kalau semua ikut mengawasi, potensi pelanggaran bisa ditekan, dan kepercayaan publik juga makin naik.
Intinya, demokrasi nggak cuma dijaga di kantor—tapi juga di kampung, di tongkrongan, di komunitas. Karena dari kampung, perubahan besar bisa dimulai.
Penulis : Humas