Perkuat Pemahaman Kepemiluan, Bawaslu Tanah Laut Gandeng Alumni P2P dan PPDI
|
Tanah Laut – Bawaslu Kabupaten Tanah Laut menggelar Rapat Penguatan Pemahaman Kepemiluan pada Rabu (30/7/2026) pukul 09.30 WITA di Aula Bawaslu Kabupaten Tanah Laut.
Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman kepemiluan dalam menghadapi tahapan Pemilu yang akan datang, sekaligus memperkuat sinergi dengan berbagai pihak, termasuk alumni Sekolah Kader Pengawas Partisipatif (P2P) dan Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) Kabupaten Tanah Laut.
Ketua Bawaslu Kabupaten Tanah Laut dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kehadiran seluruh peserta, khususnya alumni P2P dan PPDI, yang dinilai memiliki peran penting dalam mendukung pengawasan partisipatif. Ia berharap kolaborasi ini dapat terus diperkuat melalui komitmen bersama, termasuk rencana penyusunan Nota Kesepahaman (MoU) guna mempererat koordinasi dan komunikasi ke depan.
Dalam sesi diskusi, berbagai masukan disampaikan oleh peserta. Wakil Ketua PPDI Kabupaten Tanah Laut, Heri Wiyadie, menjelaskan bahwa organisasi tersebut berdiri sejak 2025 dan memiliki visi untuk mewujudkan kesetaraan hak penyandang disabilitas dalam berbagai aspek kehidupan.
Perwakilan PPDI lainnya, Endang, menambahkan bahwa terdapat sejumlah organisasi disabilitas di Tanah Laut yang diharapkan dapat bersinergi dengan Bawaslu. Ia menilai forum ini sebagai langkah awal yang positif untuk membangun komunikasi berkelanjutan demi mendukung Pemilu yang lebih inklusif.
Sementara itu, Wakil Ketua PPDI Provinsi Kalimantan Selatan, M. Gigih Setiawan, menyoroti pentingnya keterlibatan penyandang disabilitas dalam setiap tahapan Pemilu. Ia berharap ke depan semakin banyak penyandang disabilitas yang tidak hanya menggunakan hak pilih, tetapi juga berani mencalonkan diri sebagai peserta Pemilu.
Dari unsur alumni P2P, Isnina menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi tindak lanjut dari fasilitasi Bawaslu dalam membangun wadah komunikasi sekaligus merancang program kerja ke depan. Hal senada juga disampaikan Risnawati dari PPDI, yang membuka peluang kerja sama melalui kegiatan sosialisasi di sekolah luar biasa (SLB).
Kepala Sekretariat Bawaslu Kabupaten Tanah Laut, Edly, turut menekankan pentingnya dukungan anggaran untuk kegiatan pengawasan partisipatif, khususnya dalam menjangkau pemilih pemula melalui sosialisasi di sekolah.
Di sisi lain, Norhasanah dari PPDI mengungkapkan bahwa perhatian terhadap penyandang disabilitas dalam pengawasan Pemilu masih perlu ditingkatkan. Ia berharap ke depan Bawaslu dapat memberikan perhatian yang lebih merata, termasuk kepada kelompok disabilitas.
Menutup kegiatan, Koordinator Divisi Hukum, Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Hubungan Masyarakat, Rusmansyah, menyampaikan bahwa seluruh masukan yang disampaikan akan menjadi bahan evaluasi dan perhatian bersama untuk meningkatkan kualitas pengawasan Pemilu.
Sebagai hasil dari forum diskusi, disepakati pembentukan wadah alumni Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P) Kabupaten Tanah Laut dengan nama Sahabat Pengawas Tanah Laut (SAPA Tanah Laut). Komunitas ini akan menjadi ruang komunikasi, koordinasi, dan kolaborasi dalam mendukung pengawasan partisipatif.
SAPA Tanah Laut mengusung tagline “Bersama Mengawal Demokrasi, Bersama Menjaga Integritas” dan akan fokus pada program edukasi demokrasi, literasi digital, pengawasan partisipatif, kemitraan, serta kegiatan sosial kemasyarakatan.
Melalui kegiatan ini, diharapkan sinergi antara Bawaslu, masyarakat, dan kelompok disabilitas semakin kuat, sehingga pelaksanaan Pemilu ke depan dapat berjalan lebih inklusif, demokratis, dan berintegritas.
Penulis, Editor dan Foto : Humas