Pelatihan PPPK Bawaslu 2026: Pesan dan Kesan Jadi Bekal Karier ASN
|
Tanah Laut, 25 Juni 2026 — Penguatan kualitas sumber daya manusia kembali menjadi fokus utama Bawaslu melalui Pelatihan Kompetensi Dasar Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Tahun 2026. Kegiatan yang diselenggarakan oleh Bawaslu Provinsi Kalimantan Selatan ini menjadi langkah strategis dalam membentuk ASN yang tidak hanya kompeten, tetapi juga berintegritas dan siap menghadapi tantangan tugas ke depan.
Pelatihan yang berlangsung sejak 15 hingga 24 Juni 2026 ini dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting dan Learning Management System (LMS) Bawaslu, dengan diikuti oleh 139 peserta. Setiap peserta dituntut mencapai nilai ambang batas minimal 70,01 sebagai standar kelulusan, sebagai bentuk komitmen terhadap kualitas dan profesionalitas aparatur.
Pelatihan ini memiliki maksud untuk membekali peserta dengan pemahaman menyeluruh terkait tugas, fungsi, serta nilai dasar ASN, sekaligus membentuk karakter kerja yang disiplin, adaptif, dan bertanggung jawab.
Pengalaman peserta menjadi cerminan nyata dari fungsi pelatihan ini. Ica, salah satu peserta yang juga bertugas sebagai PIC, menyampaikan bahwa keterlibatannya memberikan banyak pelajaran berharga.
“Menjadi PIC dalam kegiatan ini membuat saya belajar pentingnya komunikasi, koordinasi, dan kerja sama tim. Walaupun dilaksanakan secara daring dan menghadapi berbagai kendala, semua dapat teratasi berkat dukungan bersama. Semoga ilmu yang diperoleh menjadi bekal dalam menjalankan tugas,” ujarnya.
Hal senada disampaikan oleh Ibu Titik yang mengaku mendapatkan pengalaman luar biasa selama mengikuti pelatihan. Ia menuturkan bahwa kegiatan ini tidak hanya menambah wawasan tentang tugas dan fungsi ASN, tetapi juga memperdalam pemahaman terhadap enam nilai kelembagaan Bawaslu, yaitu Mandiri, Integritas, Transparansi, Profesional, Akuntabilitas, dan Kebersamaan.
“Semoga kegiatan ini menjadi pondasi kuat bagi kita semua untuk bekerja lebih profesional,” pesannya.
Sementara itu, peserta lainnya, Muhammad Rizal, menyampaikan refleksi mendalam terkait pelatihan yang diikutinya.
“Waktu pelatihan mungkin singkat, namun makna yang ditinggalkannya terasa panjang. Kemampuan bisa diasah, pengetahuan bisa ditambah, tetapi karakter tumbuh dari kedisiplinan dan ketekunan. Semoga yang kami peroleh tidak berhenti sebagai sertifikat, melainkan menjadi sikap dalam setiap tugas,” ungkapnya.
Secara keseluruhan, tujuan pelatihan ini adalah menciptakan aparatur yang profesional, berintegritas, dan siap berkontribusi optimal dalam mendukung tugas pengawasan pemilu. Harapannya, seluruh ilmu yang diperoleh mampu diimplementasikan secara nyata, sehingga melahirkan ASN yang tidak hanya cakap secara teknis, tetapi juga kuat secara karakter dalam mengawal demokrasi yang jujur, adil, dan berkualitas.