“Dari Denting Kentongan, Lahir Gerakan Demokrasi Baru dari Tanah Laut.”
|
Tanah Laut, 2 Juni 2026 — Suara kentongan yang dipukul serentak bukan sekadar simbol pembukaan acara, melainkan penanda dimulainya gerakan besar: kebangkitan partisipasi generasi muda dalam mengawal demokrasi.
Bertempat di Aula Kantor Bawaslu Kabupaten Tanah Laut, Selasa (2/6/2026), Kick-Off Pendidikan Pemilih Partisipatif (P2P) resmi digelar. Kegiatan yang dimulai pukul 09.15 WITA ini menjadi momentum penting, karena Tanah Laut dipercaya sebagai daerah pertama pelaksana Kick-Off P2P Tahun 2026 se-Kalimantan Selatan.
Sejumlah tokoh penting turut hadir, mulai dari jajaran Bawaslu RI yang mengikuti secara daring, Bawaslu Provinsi Kalimantan Selatan, hingga unsur Forkopimda dan stakeholder daerah. Rangkaian acara diawali dengan lagu Indonesia Raya, Mars Bawaslu, dan doa, sebelum memasuki sesi sambutan yang penuh pesan strategis.
Program Pendidikan Pemilih Partisipatif (P2P) menjadi langkah konkret Bawaslu dalam Meningkatkan kesadaran politik masyarakat, khususnya generasi muda, Mencetak kader pengawas partisipatif yang kritis dan berintegritas, Mendorong keterlibatan aktif masyarakat dalam mengawal proses demokrasi.
Program ini bertujuan membangun ekosistem pemilu yang lebih jujur, adil, dan berkualitas menuju Pemilu 2029.
Ketua Bawaslu Kabupaten Tanah Laut, H. Gunawan Rahayu, S.Sos, menegaskan bahwa Tanah Laut menjadi pelaksana pertama Kick-Off P2P di Kalimantan Selatan, sekaligus menyebut kegiatan ini sebagai langkah awal strategis dalam membangun partisipasi masyarakat dalam demokrasi.
Sementara itu, Ketua Bawaslu Provinsi Kalimantan Selatan, Aries Mardiono, M.Sos, mengungkapkan tingginya antusiasme masyarakat terhadap P2P yang membuat proses seleksi harus dilakukan untuk menjaring 20 peserta terbaik skema luring yang memiliki semangat tinggi sebagai pengawas partisipatif. Ia juga menegaskan bahwa Tanah Laut dipilih sebagai lokasi kick-off karena letaknya strategis, dengan harapan energi positif masyarakatnya dapat mendorong keberhasilan P2P di seluruh Kalimantan Selatan serta melahirkan kader yang mampu berkontribusi pada terwujudnya Pemilu 2029 yang lebih berkualitas, sembari menyampaikan apresiasi kepada seluruh pendaftar dan ucapan selamat kepada peserta terpilih.
Dari tingkat nasional, Anggota Bawaslu Republik Indonesia, Lolly Suhenti, S.Sos.I., M.H., yang hadir secara daring, menyampaikan bahwa Pemilu 2029 merupakan panggung utama generasi muda yang memiliki peran strategis dalam menentukan masa depan bangsa. Ia menyoroti bahwa berdasarkan data Pemilu 2024, sekitar 52 persen pemilih merupakan generasi muda dan jumlah tersebut akan terus meningkat. Oleh karena itu, generasi muda diharapkan menjadi “gladiator demokrasi” yang aktif mengawal proses pemilu, memanfaatkan kekuatan digital dan media sosial untuk mendorong perubahan, serta berperan dalam mencegah politik uang dan menjaga keadilan pemilu. Ia juga menekankan tiga kunci utama dalam P2P, yaitu edukasi, partisipasi, dan kolaborasi.
Sebagai simbol dimulainya program, dilakukan pemukulan kentongan oleh para pimpinan dan perwakilan instansi, yang menandai komitmen bersama dalam memperkuat demokrasi partisipatif.
Melalui Kick-Off P2P ini, diharapkan lahir generasi pemilih yang tidak hanya menggunakan hak pilihnya, tetapi juga aktif mengawasi, menjaga integritas, serta terlibat langsung dalam setiap tahapan demokrasi.
Dari Tanah Laut, semangat itu mulai digerakkan-menuju Pemilu 2029 yang lebih berkualitas, berintegritas, dan mampu mencerminkan masa depan bangsa.
Penulis dan Editor : Rizka dan Gd
Foto : Gd